Blog

Kiswah Ka’bah: Kain Hitam Berlapis Emas yang Diganti Setiap Tahun

Table of Contents

Sejak zaman Nabi Muhammad SAW, tradisi mengganti Kiswah Ka’bah telah menjadi bagian tak terpisahkan dari penghormatan terhadap rumah suci umat Islam. Kiswah, kain hitam yang menutupi Ka’bah, tidak hanya memiliki keindahan estetika tetapi juga nilai spiritual yang mendalam.

Setiap tahunnya, pada tanggal 9 Dzulhijjah, tepat saat para jamaah haji wukuf di Arafah, Kiswah lama diganti dengan yang baru. Tradisi ini telah berlangsung selama berabad-abad dan menjadi salah satu momen sakral dalam sejarah Islam. Pada masa awal Islam, Kiswah dibuat dari berbagai jenis kain, termasuk tenunan Yaman dan sutra. Seiring waktu, pembuatan Kiswah semakin berkembang hingga menjadi sebuah seni yang megah.

Proses pembuatan Kiswah dilakukan dengan sangat teliti dan melibatkan tenaga ahli yang bekerja di Kompleks Pabrik Kiswah di Makkah. Kain hitam ini dihiasi dengan sulaman ayat-ayat Al-Qur’an yang dirajut menggunakan benang emas dan perak. Setiap tahunnya, sekitar 700 kg sutra murni digunakan untuk membuat Kiswah, yang kemudian diwarnai hitam dan dihiasi kaligrafi emas yang memancarkan kemegahan.

Kiswah tidak sekadar kain penutup Ka’bah, tetapi juga simbol keagungan dan kesucian. Ia menjadi cerminan persatuan umat Islam, yang datang dari berbagai penjuru dunia untuk menunaikan ibadah haji. Setiap helai benang yang tersulam di dalamnya melambangkan ketulusan dan penghormatan kepada Allah SWT.

Keberadaan Kiswah juga mencerminkan komitmen Kerajaan Arab Saudi dalam merawat tempat suci umat Islam. Setelah diganti, Kiswah lama biasanya dipotong menjadi beberapa bagian dan diberikan kepada tokoh-tokoh tertentu atau lembaga Islam sebagai kenang-kenangan.

Bagi umat Islam, melihat Kiswah Ka’bah dari dekat adalah pengalaman yang sangat menggetarkan hati. Ia mengingatkan akan kebesaran Allah dan panggilan spiritual yang terus menggema di dalam jiwa setiap Muslim. Pergantian Kiswah setiap tahun bukan hanya sebuah tradisi, tetapi juga lambang penghormatan dan kecintaan kepada Ka’bah sebagai kiblat umat Islam di seluruh dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *