Tak ada kata yang bisa benar-benar menggambarkan rasa haru ketika pertama kali menatap Ka’bah, mengunjungi Tanah Suci yang sudah lama dirindukan oleh diri. Momen yang begitu dinantikan oleh para jamaah baik pria maupun wanita.
Bagi seorang muslim, tentunya melihat Ka’bah untuk pertama kalinya adalah momen penuh haru. Lalu, melangkah dalam putaran tawaf, terasa seperti menyelaraskan detak jantung dengan zikrullah. Perasaan rindu, kagum, sedih, dan terharu bercampur aduk didalam diri jamaah. Tidak sedikit jamaah yang bercerita pengalaman dan kenangan berkesan ketika pertama kali menginjakan kaki di Tanah Suci.
Namun, tahukah kamu bahwa tawaf memiliki jenis dan makna yang berbeda? Yuk, mari kita pelajari dan bahas bersama agar ibadah semakin khusyuk. Pastikan untuk mengingat dan memahami Panduan Lengkap Tawaf Ifadah, Qudum, dan Wada’ dalam artikel ini ya!!…
Apa Itu Tawaf?
Sebelum memahami perbedaan dari jenis – jenis tawaf. Ketahui terlebih Tawaf adalah ibadah mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran, dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir di titik yang sama. Ibadah ini bukan hanya gerakan fisik, melainkan simbol kepasrahan dan kecintaan kepada Sang Pencipta.
Tata Cara dan Syarat:
- Suci dari Hadas dan Najis : Jemaah harus dalam keadaan suci dari hadas kecil dan besar serta terhindar dari najis.
- Menutup Aurat : Pakaian jemaah harus menutup aurat.
- Permulaan dari Hajar Aswad : Tawaf dimulai dari Hajar Aswad, dengan posisi Ka’bah berada di sebelah kiri.
- Tujuh Kali Putaran : Tawaf harus dilakukan sebanyak tujuh kali putaran yang sempurna.
- Berada di dalam Masjidil Haram : Jemaah harus berada di dalam area Masjidil Haram.
Mengenal Tiga Jenis Tawaf dalam Haji & Umroh
1. Tawaf Qudum
Tawaf qudum adalah tawaf sunnah yang dilakukan ketika jamaah haji atau umroh pertama kali tiba di Makkah. Disunahkan sebagai bentuk penghormatan kepada Ka’bah.
- Makna: Tawaf penyambutan, dilakukan oleh jamaah haji ketika baru tiba di Makkah.
- Hukum: Sunnah muakkad, menjadi bentuk penghormatan kepada Baitullah.
Tips spiritual: Jadikan momen ini sebagai doa syukur karena Allah mempertemukan Anda dengan rumah-Nya.
Banyak jamaah menceritakan bahwa saat melakukan tawaf qudum, air mata mengalir deras. Ada rasa tak percaya akhirnya mereka bisa “duduk” di hadapan Ka’bah.
2. Tawaf Ifadah
Tawaf ifadah atau tawaf ziarah merupakan rukun haji. Tanpa melakukannya, ibadah haji tidak sah.
- Makna: Tawaf rukun haji, dilakukan setelah wukuf di Arafah.
- Hukum: Wajib, tanpa tawaf ini, haji tidak sah.
- Insight jamaah: Banyak jamaah mengaku air mata tak terbendung ketika melangkah di tawaf ini, karena terasa puncak kepasrahan pada Allah.
Waktu Pelaksanaan:
- Waktu utama pelaksanaan Tawaf Ifadah adalah pada 10 Dzulhijjah (Hari Raya Idul Adha), setelah melontar Jumrah Aqabah, menyembelih, dan bercukur/memotong rambut.
- Tawaf ini dapat dilaksanakan hingga akhir hari-hari Tasyriq (11, 12, dan 13 Dzulhijjah), namun sebaiknya tidak ditunda terlalu lama karena bisa berakibat denda (dam).
Dilakukan setelah jamaah melempar jumrah aqabah, bercukur, dan tahallul pada tanggal 10 Dzulhijjah. Simbol penyerahan diri sepenuhnya setelah menyelesaikan rangkaian utama ibadah haji.
3. Tawaf Wada’
Tawaf wada’ adalah tawaf perpisahan sebelum meninggalkan Makkah. Hukumnya wajib bagi jamaah haji, kecuali wanita haid/nifas.
- Makna: Tawaf perpisahan, dilakukan sebelum meninggalkan Makkah.
- Hukum: Wajib bagi jamaah haji, kecuali wanita yang haid/nifas.
- Relatable moment: Rasanya berat sekali meninggalkan Ka’bah, tapi tawaf ini memberi pesan: “Kembalilah dengan hati yang lebih bersih.”
Beberapa Jamaah ketika melakukan tawaf wada’, merasa berat untuk meninggalkan Ka’bah. Sehingga membuat mereka berdoa: “Ya Allah, izinkan aku kembali lagi”.
Perbedaan Tawaf Ifadah, Qudum, dan Wada’
| Jenis Tawaf | Hukum | Waktu Pelaksanaan | Makna Spiritual |
| Tawaf Qudum | Sunnah | Saat pertama tiba di Makkah | Sambutan penuh cinta pada Baitullah |
| Tawaf Ifadah | Rukun Haji | Setelah jumrah aqabah, cukur, tahallul | Penyerahan diri sepenuhnya pada Allah |
| Tawaf Wada’ | Wajib | Menjelang meninggalkan Makkah | Perpisahan penuh doa & harapan |
Tata Cara Melakukan Tawaf
- Niat ikhlas hanya karena Allah.
- Mulai dari Hajar Aswad, mengangkat tangan sambil mengucap Bismillah, Allahu Akbar.
- Berjalan mengelilingi Ka’bah tujuh putaran, searah jarum jam dengan Ka’bah di sebelah kiri.
- Perbanyak doa dan dzikir, boleh menggunakan doa pribadi.
Salat sunnah dua rakaat setelah selesai tawaf, biasanya di belakang Maqam Ibrahim jika memungkinkan.
Percayakan perjalanan haji maupun umroh pada Hattin Tours, penyedia jasa perjalanan umroh & haji terpercaya. Kami hadir untuk mendampingi setiap langkah, agar Anda bisa fokus beribadah dengan hati yang tenang.











