Blog

Cara Aman Membawa Stroller untuk Anak di Tanah Suci

membawa stroller anak di Tanah Suci
Table of Contents

Bagi banyak keluarga, membawa anak ke Tanah Suci adalah impian yang penuh haru. Melihat si kecil ikut menyaksikan Ka’bah atau merasakan suasana Masjid Nabawi tentu jadi momen berharga. Namun, ada tantangan tersendiri, terutama soal kenyamanan anak selama ibadah. Tantangan tersebut berujung menimbulkan rasa kekhawatiran dibenak orang tua, bagaimana jika nanti anak menjadi rewel? terhimpit ratusan jamaah? tiba – tiba hilang?

Stroller menjadi salah satu dari solusi praktis yang diandalkan oleh banyak orang tua ketika membawa anaknya untuk ikut perjalanan ibadah bersama, tetapi sering muncul pertanyaan: “Apakah stroller boleh dibawa ke Masjidil Haram atau Masjid Nabawi? Bagaimana cara membawanya agar tetap aman dan praktis?

Namun, tidak perlu terlalu khawatir. Karena, Hattin Tours siap membantu dan mengarahkan perjalanan ibadah keluargamu dengan aman, nyaman, dan pasti berangkat!!….

Peraturan Penggunaan Stroller

Gambar 1: Stroller Anak

Membawa stroller anak di Tanah Suci memang membantu saat beribadah bersama anak kecil, tetapi penggunaannya sangat terbatas karena padatnya jamaah di sekitar Ka’bah dapat menyulitkan pergerakan dan berpotensi membahayakan anak maupun orang lain. Oleh Sebab itu kamu perlu memperhatikan aturan yang berlaku di Mekkah dan Madinah.

  • Masjidil Haram (Mekkah): Stroller tidak diperbolehkan di area dalam masjid dan tempat thawaf/sa’i. Pemerintah Arab Saudi menyediakan jalur khusus stroller di lantai atas mataf yang sama dengan lokasi kursi roda. Tetapi, saat kepadatan jamaah sedang tinggi, stroller dilarang masuk sama sekali.
  • Masjid Nabawi (Madinah): Umumnya stroller diperbolehkan di area luar, tetapi di bagian dalam masjid sebaiknya menggunakan gendongan agar lebih praktis.
  • Alternatif lain: Menyewa stroller atau kursi dorong khusus di area sekitar masjid dengan biaya sekitar 20–30 SAR per jam.

Tips Aman Membawa Stroller untuk Anak

1. Pilih Stroller Ringan dan Lipat Praktis

Gambar 2: Stroller Travel / Lipat

Beberapa jamaah kami yang memiliki pengalaman membawa stroller anak di Tanah Suci, menyarankan untuk menggunakan stroller tipe travel stroller yang mudah dilipat dan ringan (4–7 kg). Jenis ini memudahkan saat melalui pemeriksaan bandara atau masuk bus/hotel.

2. Gunakan Gendongan di Area Ramai

Di area padat, seperti saat thawaf atau shalat berjamaah, lebih aman menggunakan baby carrier agar anak tetap dekat dengan orang tua. Pastikan untuk selalu memantau keberadaan anak setiap saat atau kenakan gelang pengenal agar anak tidak terlalu jauh dari lokasi orang tuanya.

3. Tandai Stroller dengan Identitas

Pasang pita, label nama, atau gantungan unik agar stroller mudah dikenali, karena banyak stroller serupa digunakan jamaah lain.

4. Simpan Barang Penting di Tas Kecil

Jangan letakkan barang berharga (uang, paspor, ponsel) di stroller. Simpan di tas selempang agar lebih aman.

5. Perhatikan Aturan Maskapai

Mayoritas maskapai memperbolehkan stroller masuk bagasi kabin atau dicheck-in tanpa biaya tambahan. Pastikan ukurannya sesuai standar (umumnya 7–10 kg bila kabin). Konsultasikan dengan travel atau pengurus perjalanan anda untuk mengetahui informasi lebih jelas dan minta bantuan mereka bila memungkinkan.

Checklist Perlengkapan Tambahan untuk Anak

Selain stroller, jangan lupa membawa:

  • Gendongan bayi ergonomis
  • Selimut tipis
  • Botol minum khusus anak
  • Cemilan ringan
  • Mainan kecil untuk menenangkan si kecil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *