Blog

Tips Menghadapi Anak yang Rewel Saat Umroh & Haji

tips menghadapi anak rewel saat umroh
Table of Contents

Menjalankan ibadah haji maupun umroh bersama keluarga tercinta adalah impian semua orang. Tapi sering kali banyak yang khawatir akan kerewelan anak selama menjalani ibadah di Baitullah. Padahal banyak tips Menghadapi Anak yang Rewel Saat Umroh & Haji. Namun kekhawatiran tersebut adalah hal yang wajar. Coba bayangkan momen khusyuk berdoa di Masjidil Haram, lalu tiba-tiba si kecil menangis kencang. Rasa panik bercampur bingung sering dialami orang tua. Sangat wajar bukan? karena anak-anak punya ritme dan kebutuhan berbeda. Namun, jangan khawatir—dengan persiapan yang tepat, ibadah bersama buah hati bisa tetap berjalan indah.

Lalu apa saja sih penyebab anak bisa dengan mudah rewel di saat umroh maupun haji? Apa saja tips Menghadapi Anak yang Rewel Saat Umroh & Haji? bagaimana cara menenangkan sang anak? Simak artikel ini dengan baik & percayakan perjalanan ibadah anda bersama kami Hattin Tours.

Mengapa Anak Mudah Rewel Saat Umroh & Haji?

Beberapa faktor yang sering membuat anak rewel:

  • Perubahan suasana: Lingkungan baru, keramaian, dan cuaca panas.
  • Kelelahan fisik: Aktivitas ibadah yang cukup padat.
  • Kebutuhan dasar: Lapar, haus, atau butuh tidur.
  • Kecemasan: Anak merasa asing atau kehilangan rasa aman.

Memahami penyebab ini akan membantu orang tua lebih tenang dalam menghadapi situasi.

Tips Menghadapi Anak yang Rewel

1. Persiapkan Mental Anak & Orang Tua

Sebelum berangkat ke Tanah Suci, orang tua bisa mengenalkan anak pada ibadah umroh agar mereka tidak merasa asing di Tanah Suci. Ceritakan secara sederhana bahwa Ka’bah adalah rumah Allah dan umroh adalah tanda cinta kepada-Nya. Untuk membuatnya lebih menyenangkan, kisahkan sejarah Ka’bah, masjidil haram, masjid nabawi dan yang lain layaknya dongeng, lalu ajak anak untuk beribadah bersama di rumah maupun di masjid. Dengan begitu, mereka terbiasa dengan rentetan ibadah dan lebih percaya diri saat melakukannya di Tanah Suci.

Sebagai orang tua, anda juga perlu Ingat bahwa kesabaran orang tua adalah kunci. Jadi ketika anda membawa anak bersama selama ibadah umroh, anda juga harus menganggap setiap kerewelan anak sebagai ladang pahala ekstra saat mendampingi ibadah. Hal ini akan memudahkan anda untuk terus bersabar dan terkonsentrasi dalam menjalankan rangkaian ibadah umroh atau haji nantinya. 

2. Pilih Perlengkapan yang Nyaman

3. Buat Jadwal Fleksibel

Jangan memaksa anak ikut semua aktivitas terutama jika kamu sedang berumroh. Sesuaikan jadwal ibadah dengan kondisi mereka, komunikasikan dengan travel atau pengurus perjalanan ibadah anda. Jadi Saat anak butuh istirahat, ambil waktu di hotel agar energi kembali sehingga sang anak dapat beristirahat secara maksimal ambil waktu di hotel.

Selain itu, anda juga dapat menghindari musim ramai atau cuaca ekstrem agar anak tidak lelah dan nyaman. Hal ini juga memberikan ruang bagi anda sebagai orang tua untuk menikmati perjalanan spiritual menjadi lebih aman, nyaman, dan meninggalkan kesan yang berharga juga tentunya.

4. Siapkan Hiburan Ringan

Ketika anak anda tiba – tiba rewel, anda dapat mengatasinya dengan menyiapkan beberapa hal berikut seperti buku cerita Islami, mainan kecil, atau headset dengan murottal bisa sangat membantu anda untuk menenangkan anak saat menunggu, beribadah, atau dalam perjalanan.

5. Libatkan Anak dalam Ibadah

Ajak mereka membaca doa pendek, berjalan bersama saat thawaf, atau sekadar menunjuk Ka’bah sambil menceritakan kisah Nabi Ibrahim. Anak merasa bagian dari ibadah, bukan sekadar ikut serta.

Pengalaman Jamaah: “Anak Saya Jadi Belajar Sabar”

Seorang jamaah bercerita:
“Awalnya saya khawatir karena anak sering rewel. Tapi setelah diberi bekal cerita-cerita Islami dan diajak ikut doa bersama, ia jadi lebih tenang. Bahkan, sepulangnya, ia masih suka menceritakan pengalaman umrohnya.”

Pengalaman ini membuktikan: umroh bersama anak bisa menjadi pendidikan spiritual yang berharga.

Persiapan Spiritual & Logistik Sebelum Berangkat

Agar perjalanan lebih nyaman: 

  • Latih anak di rumah dengan rutinitas doa atau cerita Islami.
  • Konsultasikan kesehatan anak ke dokter sebelum berangkat.
  • Rencanakan budget ekstra untuk kebutuhan tak terduga.
  • Koordinasi dengan travel mengenai fasilitas ramah anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *