Blog

Makanan Tradisional Arab Saudi: Cocok untuk Jamaah Indonesia

makanan tradisional Arab Saudi
Table of Contents

Bagi banyak jamaah Indonesia, perjalanan umroh bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga pengalaman budaya. Salah satu momen yang paling berkesan adalah saat mencicipi makanan tradisional Arab Saudi. Dari aroma nasi berempah hingga rasa manis kurma, setiap suapan menghadirkan nuansa persaudaraan yang hangat.

Namun, ada pertanyaan yang sering muncul: “Apakah makanan di Arab Saudi aman untuk jamaah Indonesia?” Jawabannya: ya, asalkan kita tahu mana makanan yang cocok dan bagaimana cara menikmatinya dengan bijak. Penasaran? sini Hattin Tours kasih info – info menariknya, yuk simak dan baca artikel ini perlahan ya!!….

Daftar Makanan Tradisional Arab Saudi yang Aman & Cocok untuk Jamaah Indonesia

1. Nasi Kabsa

Kabsa diyakini berasal dari wilayah Najd, Arab Saudi. Awalnya menjadi makanan keluarga bangsawan, lalu menyebar ke seluruh Jazirah Arab dan kini menjadi makanan nasional Saudi. Kabsa identik dengan jamuan besar. Biasanya dihidangkan dalam nampan besar, dimakan bersama-sama—melambangkan persatuan dan kebersamaan.

Hidangan nasi dengan rempah khas Timur Tengah, disajikan dengan daging kambing atau ayam. Teksturnya mirip nasi kebuli yang populer di Indonesia, sehingga mudah diterima lidah jamaah. 

2. Nasi Mandhi

Mandhi berasal dari Hadhramaut, Yaman Selatan, lalu populer di Arab Saudi. Cara masaknya—daging dimasak dengan teknik tandoor sehingga uap meresap ke nasi. Dagingnya empuk, kadang masih ada aroma asap dari cara masak tradisional.

Nasinya gurih beraroma harum. Rasanya ringan, tidak terlalu berbumbu kuat, sehingga cocok bagi jamaah yang tidak terbiasa dengan masakan terlalu rempah. Porsinya juga besar, sangat cocok untuk dimakan bersama-sama, seperti budaya makan bersama keluarga di Indonesia.

3. Shawarma

Shawarma adalah makanan jalanan (fast food Arab) paling populer di Saudi. Biasanya disantap saat kumpul malam hari bersama keluarga atau sahabat. Daging sapi atau ayam dipanggang berputar (rotisserie), lalu dipotong tipis. Rasanya gurih, sedikit smoky, berpadu dengan saus tahini atau bawang putih. Teksturnya lembut, dibungkus roti pita yang hangat. Semacam kebab gulung dengan isian daging, sayur, dan saus. Praktis, mengenyangkan, dan aman dikonsumsi sebagai camilan atau makan cepat. 

4. Kurma & Olahannya

Kurma adalah buah sunnah yang kaya energi. Jamaah bisa menikmatinya langsung atau dalam bentuk olahan lainnya seperti jus, pudding, maupun dicampur kacang-kacangan. Ciri khas kurma sendiri yaitu manis alami, dengan tekstur lembut atau sedikit kenyal. Ada yang legit seperti Ajwa, ada juga yang lebih kering seperti Deglet Noor. 

5. Sup Lentil

Sup lentil dikenal sebagai sup hangat yang terbuat dari kacang merah atau kuning dengan tekstur lembut sedikit kental, menenangkan perut, dan cocok bagi jamaah yang ingin makanan hangat dan ringan. Sangat cocok bagi jamaah yang sedang kurang enak badan sehingga dapat menyegarkan tubuh jamaah.

6. Roti Tamis & Hummus

Roti pipih khas Saudi yang biasanya disantap dengan hummus (saus kacang arab). Tamis dipanggang di dinding tungku tanah liat, sehingga aromanya khas dan smokey. Dengan ciri khas tipis, lembut, dan agak kenyal. Rasanya netral, cocok jadi pasangan lauk apa saja. Ringan, sehat, dan aman untuk jamaah. 

7. Samosa

Samosa merupakan cemilan favorit para jamaah dari Indonesia disaat berbuka puasa bahkan di Saudi, ada ungkapan: “Ramadhan tanpa samosa bagaikan masjid tanpa adzan.” atau hanya untuk sekedar makanan ringan di sore hari. Berbentuk segitiga memiliki kulitnya tipis, garing, dengan isian gurih-rempah. Teksturnya renyah di luar, lembut di dalam. Biasanya diisi daging cincang, kentang, atau sayuran. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *