Bagi jamaah baru, pengalaman pertama di Tanah Suci sering kali terasa menggetarkan hati. Selain persiapan spiritual, ada satu hal penting yang tak boleh dilupakan: bagaimana menggunakan mata uang Riyal di Arab Saudi? Banyak jamaah merasa bingung saat pertama kali berbelanja atau menukar uang. Dengan panduan menggunakan mata uang Riyal yang tepat, insya Allah semua bisa berjalan lebih mudah dan nyaman serta aman dari segala penipuan yang kemungkinan terjadi.
Mengenal Mata Uang Riyal
- Mata Uang Resmi: Riyal Saudi (SAR)
- Nilai Pecahan: tersedia dalam bentuk koin (halala) dan kertas mulai dari 1, 5, 10, 50, 100 hingga 500 Riyal.
- Kurs Rupiah–Riyal: Nilai tukar berubah setiap hari, namun biasanya sekitar Rp4.000 – Rp4.500 per 1 Riyal. Nilai dapat berubah seiring waktu mengikuti perkembangan, situasi, dan kondisi dari kedua negara.
Tips Menukar Uang Sebelum Keberangkatan
1. Tukar di Indonesia lebih dulu.
Menukar sebagian besar uang di tanah air biasanya lebih aman dan praktis. Jamaah juga tidak perlu kesulitan dalam berbicara ketika melakukan penukaran sehingga dapat meminimalisir misskomunikasi atau penipuan terkait kurs yang sedang berlaku.
2. Simpan pecahan kecil.
Bawa banyak pecahan 1–10 Riyal untuk kebutuhan harian seperti membeli air mineral atau makanan ringan. Jika masih ragu, jamaah bisa mencari tahu terlebih dahulu terkait harga kebutuhan, transportasi, dan lainnya di mekkah maupun madinah.
3. Hindari menukar di tempat sembarangan.
Pilih money changer resmi agar kurs lebih transparan dan aman. Jika ingin lebih aman, dapat melakukan penukaran di perbankan.
4. Bandingkan kurs.
Periksa dan bandingkan nilai tukar (kurs) yang ditawarkan oleh beberapa bank atau money changer sebelum bertransaksi untuk mendapatkan nilai terbaik. Jamaah juga bisa memantau terlebih dahulu kurs standar yang belaku berdasarkan sumber resmi seperti Bank Indonesia.
5. Perhatikan kondisi uang.
Pastikan uang Rupiah yang akan ditukar dalam kondisi baik, tidak robek atau lusuh. Dan pastikan juga uang riyal yang jamaah terima dalam kondisi baik.
6. Hindari menukar di bandara
Nilai tukar di money changer bandara umumnya lebih mahal dibandingkan di luar. Oleh sebab itu, jamaah perlu dari jauh hari untuk melakukan penukaran uang sehingga tidak perlu melakukan penukaran tiba – tiba di bandara yang tentunya sangat mahal.
Cara Aman Menggunakan Riyal di Tanah Suci

Gambar 1: Mata uang riyal
1. Gunakan untuk Kebutuhan Pokok
Misalnya: makanan, transportasi, dan perlengkapan ibadah. Hindari pembelian berlebihan yang membuat uang cepat habis. Kelola kebutuhan dengan detail dan teliti, jika memungkinkan pantau selalu pengeluaran harian selama beribadah umroh maupun haji. Hal ini penting, agar setiap pengeluaran dapat dimaksimalkan untuk hal – hal yang memang dibutuhkan jamaah.
2. Simpan Uang di Tempat Aman
Gunakan dompet kecil yang bisa digantung di dalam baju atau tas kecil anti-pencurian. Meskipun Tanah Suci adalah rumah ibadah, tidak ada salahnya untuk tetap waspada.
3. Kombinasikan dengan Kartu Debit/Kredit
Beberapa toko di Makkah dan Madinah menerima pembayaran kartu. Namun, lebih bijak tetap membawa tunai untuk transaksi kecil.
Panduan Mengatur Keuangan Selama Umroh & Haji
- Buat anggaran harian: Misalnya Rp300–400 ribu per hari untuk kebutuhan pribadi.
- Pisahkan uang belanja & ibadah: Jangan sampai uang belanja oleh-oleh mengganggu biaya wajib.
- Sisihkan dana darurat: Untuk kebutuhan tak terduga seperti transportasi tambahan atau obat-obatan.
- Lebih Lengkap: Tips Bijak Mengelola Uang Saku Selama di Tanah Suci
Panduan menggunakan mata uang Riyal membantu para jamaah untuk bisa menggunakan Riyal dengan bijak akan membuat ibadah semakin khusyuk. Tidak ada lagi rasa canggung saat bertransaksi, dan fokus kita tetap pada doa serta ibadah.
Jika Anda ingin perjalanan umroh dan haji terasa lebih tenang—mulai dari persiapan finansial hingga bimbingan ibadah—percayakan pada Hattin Tours. Kami siap menjadi sahabat perjalanan spiritual Anda.











