Setiap jamaah yang berangkat umroh atau haji pasti membawa uang saku. Namun, tidak sedikit yang merasa uang cepat habis sebelum ibadah selesai. Ada godaan belanja oleh-oleh, kuliner khas, hingga kebutuhan mendadak.
Pertanyaannya: Berapa sih uang saku yang dibutuhkan? bagaimana cara mengelola uang saku dengan bijak, agar ibadah tetap fokus dan hati tenang?
Mengapa Uang Saku Perlu Dikelola dengan Bijak?
Di Tanah Suci, kebutuhan sering muncul di luar perkiraan. Ada jamaah yang bercerita, “Hari pertama sudah belanja banyak, padahal masih ada beberapa hari lagi di Mekkah.”
Mengelola uang saku bukan berarti pelit, melainkan menjaga keseimbangan antara kebutuhan pribadi, keluarga di Tanah Air, dan fokus utama: ibadah.
Berikut Tips Bijak Mengelola Uang Saku:
1. Buat Anggaran Sejak Awal
Pastikan sebelum berangkat ke tanah suci, kamu sudah menyiapkan dan mengalokasikan uang saku ke beberapa hal terpisah. Contoh pisahkan alokasi uang untuk:
- Kebutuhan harian (seperti makan tambahan, transport kecil).
- Oleh-oleh keluarga & kerabat.
- Cadangan darurat.
Dengan anggaran yang jelas, Anda terhindar dari belanja impulsif sehingga setiap anggaran yang kamu miliki dapat digunakan untuk hal yang benar – benar kamu butuhkan.
2. Gunakan Dompet Terpisah
Bawa dompet kecil untuk kebutuhan harian, dan simpan sisanya di tempat aman. Cara ini membuat Anda lebih disiplin dalam membatasi pengeluaran.
Anda juga dapat menyiapkan kartu debit atau kredit internasional sebagai cadangan. Hal ini mengurangi resiko kehabisan uang tunai sekaligus menjaga keamanan.
Selain itu, anda juga dapat menggunakan aplikasi finansial untuk membantu anda menggunakan serta memantau penggunaan anggaran kamu nantinya.
3. Utamakan Kebutuhan, Bukan Keinginan
Belanja di sekitar Masjidil Haram atau Nabawi memang menggoda. Namun, prioritaskan barang yang benar-benar bermanfaat, bukan sekadar karena murah.
4. Catat Pengeluaran Harian
Tuliskan setiap pengeluaran kecil sekalipun. Dari pengalaman jamaah, cara ini sangat membantu agar tidak kaget saat menghitung sisa uang saku. Dengan selalu memantau pengeluaran harian, kamu jadi dapat lebih berhati – hati dan penuh pertimbangan ketika akan berbelanja lagi nantinya.
Menjadikan Uang Saku sebagai Sarana Ibadah
Uang saku sejatinya bukan hanya untuk kebutuhan duniawi, tapi juga bisa menjadi ladang pahala: sedekah kecil kepada sesama jamaah atau memberi minum kepada orang lain di Masjidil Haram.
Dengan niat yang benar, setiap rupiah yang dibelanjakan menjadi bagian dari ibadah. Dan selalu ingat untuk berbelanja hal – hal yang memang kamu butuhkan, karena jika kamu membeli sembarangan dan tidak benar – benar membutuhkannya. Itu akan menjadi mubazir.
Siap Berangkat dengan Hati & Finansial yang Tenang?
Persiapan keuangan yang bijak membuat ibadah lebih fokus dan tenang. Jangan biarkan uang saku habis tanpa kendali, tapi jadikan ia sahabat perjalanan Anda menuju keberkahan.
Percayakan perjalanan umroh & haji Anda bersama Hattin Tours, yang siap mendampingi setiap langkah—mulai dari persiapan spiritual hingga kebutuhan logistik.











